Tafakur & Syukur
Tafakur dan Bersyukur artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Kita. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah ) QS: 14:34
Sambil terus membaca tulisan ini perlahan-lahan; mari kita renungkan ; kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Kita memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Kita menguasai kehidupan ini, tetapi tak pernah mengetahuinya.
“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”.(QS. Luqman: 20)
Kita memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki..
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan (QS. Ar-Rahman: 13)
Apakah Kita mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah Kita mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar Kita masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Kita merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Kita yang tidak bisa makan dan minum karena sakit? Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Kita dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Kita yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Kita yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Kita yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. Adakah Kita ingin menukar mata Kita dengan uang Rp. 1.000.000.000,-atau menjual pendengaran Kita seharga Satu Juta Dollar Amerika? Apakah Kita mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Kita, hingga Kita bisu? Maukah Kita menukar kedua tangan kita dengan untaian mutiara, sementara tangan kita buntung? Begitulah sebenarnya kita masih berada dalam kenikmatan yang tiada tara dengan kesempurnaan tubuh, tetapi Kita
Tidak menyadarinya. Kita tetap merasa resah, gelisah, suntuk, sedih, dan merana meskipun kita masih mempunyai nasi hangat untuk disantap air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk mengajar, beribadah bahkan untuk tidur pulas bersama anak dan istri. Kita sering kali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Kita mudah terguncang hanya karena kerugian sejumlah uang. Padahal, sesungguhnya Kita masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar gembira bersama keluarga, menikmati kesehatan yang Alloh berikan, dan kemudian marilah kita bersyukur…!
“dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?(QS. Adz-Dzariyat: 21)
Ikhwan…..Renungkanlah apa yang ada pada diri kita, keluarga kita, rumah kita, pekerjaan kita, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Kita…semuanya masih ada…khan..? Semoga kita termasuk golongan orang yang menyadari nikmat Allah, dan kita tidak mengingkarinya
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. An-Nahl: 83)
Do’a Kita
Ya Alloh…Ampunilah kami, anak-anak kami, guru-guru kami, sahabat-sahabat kami orang-orang yang mencintai kami, orang-orang yang berbuat baik kepada kami, dan para pemimpin kami, serta ampunilah segala dosa dan kesalahan seluruh kaum muslimin dan muslimat baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.
Ya Alloh …Sebagaimana Englau telah memelihara kami dari sujud kecuali pada-MU…Peliharalah kami dengan kemurahan Rezeki…..Janganlah Engkau rendahkan kami dengan kesempitan Rezeki-Mu…Peliharalah kami dari meminta-minta hajat kecuali kepada-Mu…Peliharalah diri kami dengan kemurahan Rahmat dan karunia-Mu. Wahai dzat yang Maha Penyayang…..Wahai Dzat Yang Maha Hidup…Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk….Dengan rahmat-Mu kami mohon pertolongan pada-MU…
Wahai dzat yang Maha Rahmah…Peliharalah kami dari berbagai mushibah..Yang kini menimpa diri kami, menimpa keluarga kami…Yang kini menimpa kampung kami..Yang kini menimpa negeri kami….Bimbinglah kami untuk senantiasa berlindung hanya pada-MU Lepaskanlah kami dari berbagai penderitaan dan kesulitan yang kini kami rasakan…
Ya Alloh ya Robb…Alhamdulilaah…kini Engkau hadirkan Ramadhan dalam sisa usia kami. Bimbing kami untuk dapat menyambut Jamuan Ramadhan-Mu yang penuh berkah…penuh rahmah dan penuh maghfiroh-Mu. Ya Alloh…jadikan Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang terbaik diantara Ramadhan yang pernah kami jalani.
Ya A.lloh…Engkau Maha Pemurah…Kabulkanlah do’a kami.
Robbanaa Atina Fid-dunya hasanah Wafil Akhiroti khasanah
Waqina adzabannar….Wal hamdulillaahi Robbil’alamiin